Ada jiwa perantau
dalam darah orang bugis. Kalimat itu dulunya hanyalah sebuah kalimat tanpa
makna bagi saya. Itu dulu ketika saya masih berada ditanah kelahiranku. Kini
saya setuju dengan kalimat itu karena saya sendirilah yang mengalaminya. Yup.
Saat ini status saya sebagai mahasiswa rantau asal sulawesi yang sedang mencari
pengalaman hidup di kota malang, kota yang terletak dibagian barat Indonesia.
Banyak yang bertanya kenapa saya memilih tempat yang jauh dari tanah kelahiran?
Yah, Mungkin bagi sebagian orang hal itu berarti sebuah hal yang sulit karena
membutuhkan biaya besar dan harus mampu bertahan hidup tanpa orangtua. Tapi
bagi saya itu adalah sebuah kesempatan besar yang tak akan pernah saya
lewatkan, karena itu adalah kebebasan. Bebas untuk memilih, bebas untuk mencoba
hal-hal baru, dan bebas untuk mengatur masa depanku. Dan pemikiran itulah yang
mendasari semua yang kulakukan saat ini. Banyak orang yang berpikiran bahwa
kuliah berarti harus menjadi mahasiwa yang rajin duduk dibangku kelas dengan
IPK diatas rata-rata, bahkan harus mengejar gelar cumlaude saat kelulusan tapi
bagi saya kuliah tidak hanya sebatas nilai dan gelar karena itu tak akan mampu
membuat saya kuat. Bagi saya kuliah
berarti saatnya untuk mencoba hal-hal baru. Mengasah kepekaan, menguji nyali,
dan menguatkan mental dengan banyak hal seperti Jalan-jalan ke berbagai tempat
yang tak semua orang bisa kesana, bertemu dengan banyak orang, mengobrol
tentang banyak hal diluar materi kuliah, bergaul dengan berbagai kalangan, dan
aktifitas-aktifitas lainnya. Soal harapan dan cita-cita? Saya tidak
muluk-muluk. Sebagai mahasiswa tingkat akhir apalagi yang saya harapkan selain
bisa cepat mengenakan toga J.
Keinginan lainnya? Saya ingin backpackeran keliling pulau jawa-bali-NTB,
sebelum menanggalkan status mahasiswa. Mau join??? J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar