Kamis, 27 Desember 2012


Ada jiwa perantau dalam darah orang bugis. Kalimat itu dulunya hanyalah sebuah kalimat tanpa makna bagi saya. Itu dulu ketika saya masih berada ditanah kelahiranku. Kini saya setuju dengan kalimat itu karena saya sendirilah yang mengalaminya. Yup. Saat ini status saya sebagai mahasiswa rantau asal sulawesi yang sedang mencari pengalaman hidup di kota malang, kota yang terletak dibagian barat Indonesia. Banyak yang bertanya kenapa saya memilih tempat yang jauh dari tanah kelahiran? Yah, Mungkin bagi sebagian orang hal itu berarti sebuah hal yang sulit karena membutuhkan biaya besar dan harus mampu bertahan hidup tanpa orangtua. Tapi bagi saya itu adalah sebuah kesempatan besar yang tak akan pernah saya lewatkan, karena itu adalah kebebasan. Bebas untuk memilih, bebas untuk mencoba hal-hal baru, dan bebas untuk mengatur masa depanku. Dan pemikiran itulah yang mendasari semua yang kulakukan saat ini. Banyak orang yang berpikiran bahwa kuliah berarti harus menjadi mahasiwa yang rajin duduk dibangku kelas dengan IPK diatas rata-rata, bahkan harus mengejar gelar cumlaude saat kelulusan tapi bagi saya kuliah tidak hanya sebatas nilai dan gelar karena itu tak akan mampu membuat saya kuat. Bagi saya kuliah berarti saatnya untuk mencoba hal-hal baru. Mengasah kepekaan, menguji nyali, dan menguatkan mental dengan banyak hal seperti Jalan-jalan ke berbagai tempat yang tak semua orang bisa kesana, bertemu dengan banyak orang, mengobrol tentang banyak hal diluar materi kuliah, bergaul dengan berbagai kalangan, dan aktifitas-aktifitas lainnya. Soal harapan dan cita-cita? Saya tidak muluk-muluk. Sebagai mahasiswa tingkat akhir apalagi yang saya harapkan selain bisa cepat mengenakan toga J. Keinginan lainnya? Saya ingin backpackeran keliling pulau jawa-bali-NTB, sebelum menanggalkan status mahasiswa. Mau join??? J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar